Sunday, October 10, 2010

Indonesia Berduka

Akhir-akhir ini banyak sekali pemberitaan-pemberitaan baik itu di televisi, surat kabar, maupun internet yang berisi tentang kondisi kritis yang dialami oleh negeri kita tercinta Indonesia. Tentu kita semua masih ingat kejadian memilukan di Wasior, pada hari Senin 5 Oktober 2010 pukul 08.30 WIT terjadi banjir bandang nan dahsyat yang berakibat lebih dari 100 nyawa hilang dengan cuma-cuma. Banjir bandang yang melanda daerah tersebut menjadikan kota tersebut seakan menjadi kota mati. Bagaimana tidak, Wasior yang awalnya berpenduduk sekitar 20.000 jiwa kini hanya menyisakan beberapa kepala keluarga saja dan itupun masih sangat mungkin mereka untuk meninggalkan kota tersebut karena kondisi yang sudah sangat tidak memungkinkan.
Kita semua patut berkaca, apakah kita sudah berbuat baik pada alam kita? kenapa alam menjadi begitu murka, padahal sejatinya alam diciptakan oleh Allah SWT sebagai sarana kita manusia agar dapat menjaga dan memanfaatkannya dengan bijak agar tercipta ekosistem yang seimbang dan selaras. Tak cukup hanya itu saja, selang beberapa hari dunia olahraga kita khususnya sepakbola seakan tersentak dengan gelontoran gol-gol indah yang menghantam gawang yang dikawal oleh Markus Haris Maulana.
Ya, kita sebagai bangsa besar seakan diajari cara bermain bola yang baik dan benar. Meskipun pada awalnya Indonesia sempat unggul dengan gol yang diciptakan oleh Boaz Salossa pada menit 16, ternyata Luis Suarez cs berhasil membalas dan bahkan membalikkan keadaan dengan tujuh gol. Banyak pihak yang merasa kecewa dengan hasil tersebut, namun tidak sedikit pula yang merasa wajar-wajar saja. Sudah sepatutnya kita harus belajar dari kesalahan-kesalahan yang telah lalu.
Siapakah yang harus bertanggung jawab dengan kondisi Indonesia pada saat ini? Apakah pemerintah saja atau malah tidak ada yang harus bertanggung jawab? Pemerintah sebagai ujung tombak, memang harus segera berbenah diri. Namun, kita sebagai masyarakat dan generasi muda juga harus lebih bekerja keras agar kedepannya Indonesia tak lagi berduka.

No comments:

Post a Comment